Showing posts tagged Lovedrunk.
x
"If in thirst you drink water from a cup, you see God in it. Those who are not in love with God will see only their own faces in it." (Mawlana Jalaluddin Rumi)

I merge with my Belovedwhen I participate in love.
— Mawlana Jalaluddin Rumi RA

I merge with my Beloved
when I participate in love.


— Mawlana Jalaluddin Rumi RA

(Source: touchn2btouched)

— 3 months ago with 45 notes
#Rumi  #Mawlana Jalaluddin Rumi  #Love  #Love the Divine  #Allah  #Sufi  #Islam  #Beloved  #lovedrunk 
"Love cannot be contained within our speaking or listening;
Love is an ocean whose depths cannot be plumbed.
Would you try to count the drops of the sea?
Before that Ocean, the seven seas are nothing."
Mawlana Jalaluddin Rumi (qs) Mathnavi  V 2731-32
— 7 months ago with 3 notes
#Love the Divine  #Mathnavi  #Mawlana Jalaluddin Rumi  #islam  #love  #lovedrunk  #mathnavi v  #rumi  #sea  #sufi  #sufism  #Allah  #ocean 
CAHAYA DAN BAYANGAN Tak mungkin suatu semesta terpisah dari semesta-semesta lainnya. Tidak mungkin basah terpisah dari air, suatu langkah dari gerakan lainnya. Takkan padam nyala api dengan api lainnya; wahai anakku, hatiku berdarah karena cinta, jangan bersihkan darahku dengan darah yang lain. Hanya matahari yang mampu enyahkan bayangan. Matahari memanjangkan dan memendekkan bayangan; [1] carilah kuasa ini dari Sang Matahari. Kalaupun ribuan tahun kau coba hindari, pada akhirnya, kan kau dapati bayangan senantiasa bersamamu. Yang melayanimu adalah dosa-dosamu, yang menolongmu adalah sakitmu, nyala lilinmu adalah kegelapanmu, pencarian dan jelajahmu dari jerat rantaimu. Hal ini kan kujelaskan, hanya jika telah kuat hatimu; sebab jika remuk kristal-gelas hatimu, takkan pernah ia pulih. Mestilah engkau miliki, dan sandingkan keduanya: cahaya dan kegelapan; dengarkanlah anakku, bersujudlah dalam-dalam di hadapan Pohon Taqwa. [2] Ketika dari Pohon Rahmat-Nya, Dia tumbuhkan untukmu sayap dan bulu, jadilah sesenyap merpati, jangan mendekur. Ketika seekor katak masuk kedalam air, sang ular tak dapat mendengarnya; tapi saat ia menguak, ular jadi tahu dimana ia berada. Walaupun sang katak berusaha menipu, dengan mendesis menirukan ular, suara aslinya yang parau tetap terdengar. Sang katak hanya dapat selamat jika menutup mulut, dan diam di sudut; bahkan sebutir gandum pun, jika ia bisa diam di sudut, berubah jadi harta-karun. Ketika sebutir gandum berubah menjadi harta-karun, takkan ia lenyap ditelan bumi; jiwa, yang bagai sebutir gandum, berubah menjadi harta-karun, ketika ia mencapai khazanah Hu. Apakah kuakhiri kata-kata ini disini, atau kuperas lagi, Engkau lah, Sang Pemilik Sabda, yang tentukan; Wahai Rajaku, siapalah hamba ini. Catatan: [1] “Apakah tak kau perhatikan Rabb-mu, bagaimana Dia memanjangkan bayang-bayang, dan kalau Dia kehendaki niscaya dijadikan-Nya bayang-bayang itu tetap; lalu Kami jadikan matahari sebagai dalil atasnya.” (QS Al Furqaan [25]: 45) [2] Pohon Taqwa, Pohon yang Baik, “Syajarah Thayyibah,” (QS Ibrahim [14]: 24).Sumber: Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, Ghazal 2155 Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberry dalam Mystical Poems of Rumi 2

CAHAYA DAN BAYANGAN

Tak mungkin suatu semesta terpisah
dari semesta-semesta lainnya.

Tidak mungkin basah terpisah dari air,
suatu langkah dari gerakan lainnya.

Takkan padam nyala api dengan api lainnya;
wahai anakku, hatiku berdarah karena cinta,
jangan bersihkan darahku dengan darah yang lain.

Hanya matahari yang mampu enyahkan bayangan.
Matahari memanjangkan dan memendekkan bayangan; [1]
carilah kuasa ini dari Sang Matahari.

Kalaupun ribuan tahun kau coba hindari,
pada akhirnya, kan kau dapati bayangan
senantiasa bersamamu.

Yang melayanimu adalah dosa-dosamu,
yang menolongmu adalah sakitmu,
nyala lilinmu adalah kegelapanmu,
pencarian dan jelajahmu dari jerat rantaimu.

Hal ini kan kujelaskan,
hanya jika telah kuat hatimu;
sebab jika remuk kristal-gelas hatimu,
takkan pernah ia pulih.

Mestilah engkau miliki, dan sandingkan
keduanya: cahaya dan kegelapan;
dengarkanlah anakku,
bersujudlah dalam-dalam di hadapan Pohon Taqwa. [2]

Ketika dari Pohon Rahmat-Nya,
Dia tumbuhkan untukmu sayap dan bulu,
jadilah sesenyap merpati,
jangan mendekur.

Ketika seekor katak masuk kedalam air,
sang ular tak dapat mendengarnya;
tapi saat ia menguak,
ular jadi tahu dimana ia berada.

Walaupun sang katak berusaha menipu,
dengan mendesis menirukan ular,
suara aslinya yang parau tetap terdengar.

Sang katak hanya dapat selamat
jika menutup mulut,
dan diam di sudut;
bahkan sebutir gandum pun,
jika ia bisa diam di sudut,
berubah jadi harta-karun.

Ketika sebutir gandum berubah menjadi harta-karun,
takkan ia lenyap ditelan bumi;
jiwa, yang bagai sebutir gandum,
berubah menjadi harta-karun,
ketika ia mencapai khazanah Hu.

Apakah kuakhiri kata-kata ini disini,
atau kuperas lagi,
Engkau lah, Sang Pemilik Sabda,
yang tentukan;

Wahai Rajaku,
siapalah hamba ini.


Catatan: [1] “Apakah tak kau perhatikan Rabb-mu, bagaimana Dia memanjangkan bayang-bayang, dan kalau Dia kehendaki niscaya dijadikan-Nya bayang-bayang itu tetap; lalu Kami jadikan matahari sebagai dalil atasnya.” (QS Al Furqaan [25]: 45)
[2] Pohon Taqwa, Pohon yang Baik, “Syajarah Thayyibah,” (QS Ibrahim [14]: 24).

Sumber:
Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, Ghazal 2155
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh A.J. Arberry
dalam Mystical Poems of Rumi 2

— 9 months ago with 4 notes
#Allah  #Divani Shamsi Tabriz  #Diwani Syams  #Islam  #Jalan Sufi Jalan Menuju Allah  #Love the Divine  #Lovedrunk  #Rumi  #Sufi  #dance  #dervish  #istanbul  #turkey  #Cahaya  #Bayangan  #Mabuk Cinta Allah  #Rindu Allah 
"The spirit of God’s lover exists in No-place, while this body of his is the shadow of Alast.
The spirit-sun is dancing, and this body is stamping its feet."
Mawlana Jalaluddin Rumi qs; Divan-I Shams 25013
— 10 months ago with 1 note
#Allah  #Divan-i Shams  #God  #Islam  #Love the Divine  #Lovedrunk  #Lover  #Rumi  #Sufi  #Spirit 
"When I am with you, we stay up all night. When you are not here, I cannot go to sleep. Praise God for these two insomnias and the difference between them"

Rumi

(via canimyanar)

— 10 months ago with 15 notes
#Sufi Road  #Love the Divine  #Love  #Lovedrunk  #Allah  #God  #Rumi 
"Between me and You, there is only me
Take away the me, so only You remain"
Hallaj (via arganesh3)
— 10 months ago with 5 notes
#Sufi Road  #Islam  #Allah  #God  #al hallaj  #Love the Divine  #Lovedrunk 
"Someone asked, “What is Love?” I replied, “Ask not about these meanings.
When you become like me, then you will know. When He calls you, you will recite its tale."

Mawlana Jalaluddin Rumi qs; Divan-i Shams 29050-51

— 10 months ago with 2 notes
#Allah  #Divan-i Shams  #Islam  #Love the Divine  #Lovedrunk  #Rumi  #Sufi Road  #Love 
"

All night, a man called “Allah”
Until his lips were bleeding.
Then the Devil said, “Hey! Mr Gullible!
How comes you’ve been calling all night
And never once heard Allah say, “Here, I am”?
You call out so earnestly and, in reply, what?
I’ll tell you what. Nothing!”

The man suddenly felt empty and abandoned.
Depressed, he threw himself on the ground
And fell into a deep sleep.
In a dream, he met Abraham, who asked,
“Why are you regretting praising Allah?”

The man said, “ I called and called
But Allah never replied, “Here I am.”
Abraham explained, “Allah has said,
“Your calling my name is My reply.
Your longing for Me is My message to you.
All your attempts to reach Me
Are in reality My attempts to reach you.
Your fear and love are a noose to catch Me.
In the silence surrounding every call of “Allah”
Waits a thousand replies of “Here I am.”

"
Mawlana Jalaluddin Rumi qs
— 10 months ago with 31 notes
#Allah  #Islam  #Rumi  #Sufi Road  #Love the Divine  #Lovedrunk