"If in thirst you drink water from a cup, you see God in it. Those who are not in love with God will see only their own faces in it." (Mawlana Jalaluddin Rumi)

An-Nabi Sayyidina Muhammad SAW bersabda, “Aku adalah Ahmad tanpa mim (m)”. Ahmad tanpa mim (m) akan berarti ahad (Esa), yg merupakan sifat Allah yg sangat unik. Mim yg merupakan simbol personafikasi dan manifestasi Allah dlm diri Sayyidina Muhammad pd hakekatnya adlh bayangan Ahad yg ada di alam semesta. Mim adlh wasilah antara makhluk dengan Khaliqnya. Mim adlh jembatan yg menghubungkan para Keka

sih Allah dgn Sang Kekasih yg mutlak. Dengan kata lain Sayyidina Muhammad adlh mediator antara makhluk dengan Allah SWT. Dialah mazhar al-Haq atau tempat kebenaran dan realitas Allah menampak didunia ini. Dialah Dhohirnya Allah di tengah makhluk-makhluk-Nya. Dialah aktivitas Allah yg dpt dilihat manusia dengan matanya, karena Allah SWT sendiri tak dapat dilihat . Duhai Rosul Allah, Dengan Allah aku berbicara melalui tabirmu Denganmu tidak, Dialah Batinku, Dikaulah Zahirku. Sayyidina Muhammad benar-benar berfungsi “mim” yg “membumikan” Allah dlm kehidupan manusia. Dialah “Zahir”nya Allah, Beliaulah yg memberikan syafaat, pertolongan dan rekomendasi antara makhluk dgn Tuhannya. Ketika anda ingin merasakan kehadiran Allah dlm diri anda, hadirkan Sayyidina Muhammad. Ketika anda ingin disapa oleh Allah, sapalah Sayyidina Muhammad. Ketika anda ingin dicintai Allah, cintailah Sayyidina Muhammad. Qul inkuntum tuhibbunallah fat tabi’uni yuhbibkumullah, “Apabila kalian cinta kpd Allah maka ikutilah aku (Sayyidina Muhammad) kelak Allah akan cinta kpd kalian.” Kepada orang seperti inilah kita diwajibkan cinta, berkorban dan bermohon utk selalu bersamanya, di dunia dan akhirat. Sebab seperti kata Nabi, “Setiap orang akan senantiasa bersama orang yg dicintainya.”

An-Nabi Sayyidina Muhammad SAW bersabda, “Aku adalah Ahmad tanpa mim (m)”. Ahmad tanpa mim (m) akan berarti ahad (Esa), yg merupakan sifat Allah yg sangat unik. Mim yg merupakan simbol personafikasi dan manifestasi Allah dlm diri Sayyidina Muhammad pd hakekatnya adlh bayangan Ahad yg ada di alam semesta. Mim adlh wasilah antara makhluk dengan Khaliqnya. Mim adlh jembatan yg menghubungkan para Keka

sih Allah dgn Sang Kekasih yg mutlak.

Dengan kata lain Sayyidina Muhammad adlh mediator antara makhluk dengan Allah SWT. Dialah mazhar al-Haq atau tempat kebenaran dan realitas Allah menampak didunia ini. Dialah Dhohirnya Allah di tengah makhluk-makhluk-Nya. Dialah aktivitas Allah yg dpt dilihat manusia dengan matanya, karena Allah SWT sendiri tak dapat dilihat .

Duhai Rosul Allah, Dengan Allah aku berbicara melalui tabirmu Denganmu tidak, Dialah Batinku, Dikaulah Zahirku.

Sayyidina Muhammad benar-benar berfungsi “mim” yg “membumikan” Allah dlm kehidupan manusia. Dialah “Zahir”nya Allah, Beliaulah yg memberikan syafaat, pertolongan dan rekomendasi antara makhluk dgn Tuhannya. Ketika anda ingin merasakan kehadiran Allah dlm diri anda, hadirkan Sayyidina Muhammad. Ketika anda ingin disapa oleh Allah, sapalah Sayyidina Muhammad. Ketika anda ingin dicintai Allah, cintailah Sayyidina Muhammad. Qul inkuntum tuhibbunallah fat tabi’uni yuhbibkumullah, “Apabila kalian cinta kpd Allah maka ikutilah aku (Sayyidina Muhammad) kelak Allah akan cinta kpd kalian.”

Kepada orang seperti inilah kita diwajibkan cinta, berkorban dan bermohon utk selalu bersamanya, di dunia dan akhirat. Sebab seperti kata Nabi, “Setiap orang akan senantiasa bersama orang yg dicintainya.”

— 1 year ago with 9 notes
#calligraphy  #sufi  #Prophet Muhammad (peace be upon him)  #Hubbun Nabi  #Jalan Sufi Jalan Menuju Allah  #rindu allah  #Mabuk Cinta Allah 
  1. adamantiumxmen reblogged this from cahayaasma
  2. bepatientwiththegraciouspatience reblogged this from cahayaasma
  3. seekvictory reblogged this from cahayaasma
  4. cahayaasma reblogged this from majnun77
  5. arjunawarda reblogged this from majnun77
  6. majnun77 posted this